HORE <s>SERIBU</s>DUARIBU || ide yuku dan bukan ide yuku

No 1753-1761 No 1733-1752 Semua (balik urutan) |

yuku@yuku : 2009-12-23 08:49:08 UTC+0000
diacu: >>1754 >>1758
Ku lagi di bandara saat ini

Dan mengapa ku tulis meletus, itu karena ada yang memberi ilham dari
http://andreaswong.co.cc/2009/12/airport/ dan >>Rin yang bilang bahwa
kegiatan menarik di bandara adalah menulis meletus.

Di depanku ada tulisan. Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity.
Di dekatku ada kopi Today's brew merek pasifik yang tulisannya 2 dolar tapi pas kubayar
ditagih 3.7 dolar. Temanku bernama Aswin dulu sering skali ngopi di pasifik kalau ke singapura.
Tapi terlalu panas, sedangkan pesawat berangkat 30 menit lagi. Jadi kubuka tutupnya
dan asap mengepul lebat. Semoga lebih cepat dingin.

Biasanya kalau sampai ke indonesia ku langsung ingat akan teman yang hampir selalu ketemu,
>>adhi dan >>f_u. Tapi kali ini untuk pertama kalinya lain. Mereka ada di benua lain, bukan
indonesia. Ku sebetulnya jadi agak merasa hampa, sesuatu yang biasanya ada menjadi tiada.

Bandara terasa aneh. Bandara yang dulunya tempat asing, menjadi tempat yang dikunjungi
rutin, setahun dua kali kira2. Tempat dimulainya perjalanan baru ke singapura. Tempat
dimulainya perjalanan ke gambit yang sangat berkesan serta membuka wawasan. Dan
tempat ketika ku berpisah dengan orang yang mengantarku pergi. (Namun kali ini ga ada
seorangpun mengantar.)

Selesai. 27 menit menuju keberangkatan dan kopiku masih 5/6 dan belum imigrasi. Bahaya juga.
yuku@yuku : 2009-12-23 08:55:43 UTC+0000
Hal menohok yang kupelajari belakangan ini, adalah

Terlalu banyak informasi masuk dan kuketahui, tapi mana analisisnya? Ku menjadi tau banyak
bahan berita terbaru. Tapi jarang membandingkan, mengulas, atau menganalisa.

MIsalnya tau banyak berita dari RSS yang dilanggankan, baca new york times juga sekali2.
Nonton sedikit2 dan coba gem baru sedikit2.

Sedangkan dulu, kejut saja bisa banyak artikel hasil analisis diri walau ga tentu bermutu isinya.

(Agak susah menceritakannya karena waktu keberangkatan >>1753 semakin mendesak)

Sebelumnya sudah pernah dengar topik di atas, tapi >>1peH dengan telak bilang kepadaku
mengenai hal di atas.

Ku kadang2 jadi takut terima informasi, karena membuat pikiran kurang lega dan berbeban,
kadang2 tidak mengetahui adalah suatu kesenangan, juga.

Dan selamat, anda baru saja membaca tulisan dengan struktur berantakan yang guru SD
pun akan mengkritiknya.
yuku@yuku : 2010-01-04 07:40:24 UTC+0000
diacu: >>1760
Kini ku tiba lagi di bandara ketika kembali ke singapura (pas hampir berangkat ke
jakarta, >>1753).

Sebetulnya ku ingin menulis ini ketika di bandara jakarta. Ketika uda masuk imigrasi,
kucari tempat yang ga super mahal untuk duduk menunggu waktu berangkat, dan ketemulah
bahwa bintang_bak di jakarta lebih murah dibanding di singapura, kudapatkan kopi
polos dengan harga 17krp, kira2 2.5 sgd, dibanding sini yang 3.5 sgd.

Dan kuharapkan bintang_bak menyediakan internet nirkabel, namun ternyata tidak.

Kutanyakan pada karyawannya, ternyata tersedia di PlazaBali, yang segera kukunjungi
dan kuminta paswodnya. Paswodnya adalah: spirit2009. Ketika sudah konek, dapat IP,
bisa ping ruter, tetep ga_bisa_ke_mana_mana. kcw.

Berbeda dengan singapura yang walaupun ku sekarang duduk jauh dari tembok di terminal
3, hanya tempat tunggu umum, internet gratis tersedia.

------- stop introduksi di sini, ku suka ngelantur ke mana2 kalo uda mulai nulis.

Kali ini, lagi2, kulewati tahun baru di Indonesia. Seingatku memang dalam sesi ini belum
pernah melewati pergantian tahun baru di Singapura.

Ketika kucapai bandara singapura, kali ini kurasakan suasana yang terasa kaku. Ku tak
begitu yakin kenapa, apakah karena sudah agak lama di singapura, sehingga terasa
"keberhasilan" singapura yang dulu dikagumi kurang berguna. Atau karena baru saja
bercengkrama dengan kerabat (bukan monkey-kalong) di Indonesia secara cukup intensif,
dan kurasa kurang hal itu di singapura.

Suasana cukup bercampur, pikiran melayang kesana kemari. Seperti biasanya ketika
tiba di bandara singapura, kugunakan waktu sebentar untuk menelepon 1 orang dengan
telepon lokal gratis. Ah, ngelantur lagi topiknya.

Di negeri seberang selat ini ku harus belajar menerima kekurangsayangan orang lain.
Kadar kasih manusia yang diterima mungkin jauh lebih sedikit dibanding di tanah air.
Susah bagiku menerima kenyataan ini, kadang mencari zat ke sana-sini, ketika satu
orang mengecewakan maka ku lari pada orang lain alih-alih menerimanya. Ku merasa
perlu ada sesuatu yang membuatku terlatih mengadapi dunia yang kejam ini (termasuk
saya yang kejam, egois, dan pengiri).

Ku ingin belajar bahwa ada porsi yang harus dipilih, tak mungkin diambil atau dirangkul
semua, masing2 ada bagiannya. Perlu mendalami sesuatu dan melupakan yang lain.
Perlu lebih mengenal *engkau* dan berhenti mencari perhatian secara berlebihan.
Dan ku berkata dalam hati,

  sono ai wo wasurenai de itai

Mungkin suatu hari ku akan membaca tulisan ini, dan ya, memang tulisan ini untukku,
maka janganlah ada seorang yang bilang, yuku tulisannya mengenai "aku", "ku" melulu,
saya benci yuku. Karena memang ini tulisan harian yang dipublikasikan saja, ku ga memaksa
mu membacanya.

  Banyak hal tak kumengerti dalam masa menjelang
  namun trang bagiku ini: tangan Tuhan yang pegang.

Tahun baru, resolusi baru. Tapi ku masih belum berani menuliskannya di sini. Dari dulu
ku tak berani berkata "aku sayang kamu" karena ku ga bisa menjamin sayangku akan
bertahan terus.

Perlu keberanian, pemahaman, lebih banyak mikir, dan mengurangi arus informasi yang
datang dengan laju yang mengerikan.

dan dari kedalaman terdengar raungan setengah berbisik

  boku wo nani ni site hosii?
enca(bRgOwvXyG1mY)@yuku : 2010-01-16 17:49:13 UTC+0000
diacu: >>1761
>>1758
ku tak berani berkata "aku sayang kamu" karena ku ga bisa menjamin sayangku akan
bertahan terus

====
dari PP hari ni belajar,manusia memang ga mampu ... tapi kita percaya Tuhan yg memampukan,
anugerahnya cukup bagi kita.
~nyambung g yah???~
yuku@yuku : 2010-01-17 15:21:47 UTC+0000
>>1760
Hmm, betul juga, ku jadi berpikir, nyambung ga yah?

Sering kali ketika ngomong mengenai diri sayang orang lain, jadi lupa akan sumber
sayang yang sudah lebih dulu memberikan sayangnya, namun kekerasan hati tidak
mau menyalurkannya pada orang lain.

~ngambang nih~

 

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|