entah

No 62-69 No 42-61 Semua (balik urutan) |

1peH@Rin : 2008-01-05 17:58:47 UTC+0000
diacu: >>63
>>58
Menurutku O ada 2 sih. Satu yg seperti pada kata "rokok". Yang satu lagi spt pada kata "soto". Yg "rokok" pengucapannya spt antara O dan A. Menurutku bgt sih.

Wah Rin ini sekolah jurusan apa sih? Kok bisa mengerti banyak ttg linguistik itu belajar sendiri atau gimana ya?
Rin@Rin : 2008-01-06 02:04:39 UTC+0000
diacu: >>65
>>62
Hm...  antara "rokok" dan "soto" bukannya sama aja, ya? Tapi sepertinya itu contoh yang bagus, karena sepertinya 2 'o' berderet itu 'o'-nya beda, seperti 2 'é' berderet juga beda.
Sepertinya di 2 'o' maupun 2 'é', huruf pertama lebih "terbuka" dari yang kedua. Maksudnya "terbuka" itu lidahnya lebih ke bawah, jadi rongga udara di atas lidah lebih besar (terbuka).

Kalau dibilang pengucapannya antara "O" dan "A", jadi mirip cara orang Islam nyebut "Allah", dong, ya.

Jurusannya ga ada hubungan banget dengan ini ^^, EEE di NTU, spesialisasi DSP. Kalau mau dihubung-hubungkan, ya paling "DSP itu ada Speech Processingnya". (maksa) :P
Ini sebenarnya dari pengamatan setelah pernah mendengar native speaker (= "penutur ibu"?) berbagai bahasa ngomong, ditambah ilmu dari Mbah Wiki, tentunya ditambah juga pengalaman belajar bahasa. (tapi yang terakhir ini ga nolong masalahan pengucapan, karena jarang sekali yang menekankan pengucapan, lebih banyak ke tata bahasa dan kosa kata)
Di wikipedia bagian IPA (International Phonetic Alphabet) dijelaskan secara teknis dan detail bagaimana menghasilkan suatu bunyi, bisa dipelajari dari situ. Kalau belum pernah baca mungkin terlalu rumit, apalagi kalau yg dibaca bunyi yang terlalu susah, jd lebih baik mulai dr yg ud diketahui.
1peH@Rin : 2008-01-06 07:36:37 UTC+0000
diacu: >>66
>>63
Sepertinya mending ngomong langsung yah. Barangkali cara pengucapanku beda dgn cara pengucapanmu. Karena menurutku cara pengucapan o pada "rokok" dan "soto" jelas beda. Kalau 'o' yg pertama dan 'o' kedua pada "rokok" tak terasa beda.
Contoh lain adalah seperti o pada "ngomong" yang beda dengan "moto". Sptnya itu beda o yang di >>60
Kalau menurutku sih ada 3 e : e pada kata "boleh", e pada kata "sebelas", e pada kata "remeh" yang mana pengucapannya mirip dgn "man" di bhs Inggris.
Lalu cara orang Islam menyebut Allah itu menurutku kedengarannya seperti 'auloh' dgn o di sini spt o di kata 'ngomong', bukan o pada 'moto'.
Rin@Rin : 2008-01-06 11:05:47 UTC+0000
diacu: >>67 >>68
>>64
Maksudnya "aksen" itu "penekanan" atau "logat"? Saya asumsi yg kedua.
Sebenarnya ga tau deh ya itu contoh bahasa Indonesia yg "bener" atau yg "umum" atau yg "sampai di telinga si penulis artikel", soalnya dulu juga ga sadar ada 2, jadi ya ngikut aja, toh akhirnya berasanya begitu. Entah sih benernya; bahasa Indonesia ga ada "standar pengucapan" sih ya, ga kaya Inggris ada "Queen's English". Jadi ya ga tau deh kalau soal Jawa dan Maluku.

Tapi kalau orang Batak kasusnya jelas beda lagi, hehe....

>>65
Bingung nih; kebanyakan 'o' tanpa pengelompokkan yang jelas.... :S
Misalnya, apakah kedua 'o' pada "soto" itu sama?
Lalu, apakah kedua 'o' pada "ngomong" juga sama? Yang sama dengan "rokok" atau "soto"?
Begitu juga dengan "moto", apakah keduanya sama dan sama juga dengan "moto"?
Sebenarnya masih agak bingung juga dengan 'o' sih, ga gitu berasa beda juga, tapi ya samar2 serasa beda. :S

Kedua 'e' pada "remeh" apakah sama? Menurutku yang pertama dan kedua beda, dan yang kedua itu sama dengan pada kata "boleh", jadi balik ke teori yang sebelumnya, kalau 2 "e" berderet bakal beda.
1peH@Rin : 2008-01-06 17:26:22 UTC+0000
diacu: >>69
>>66
'Remeh' dan 'boleh', e-nya sama? Terdengar beda menurutku. Dan menurutku kedua 'o' pada 'soto' dan kedua 'e' pada 'remeh' perbedaannya terlampau kecil. Lebih jelas perbedaan antara 'mo' pada 'moto' dan 'ngo' pada 'ngomong'. Sedari kecil saya merasa ada 8 huruf vokal di bahasa Indonesia: a, i, u, dua 'o', tiga 'e'. Yang lain hanya perbedaan kecil saja.
Dalam bahasa Jawa, pengucapan 'coro' dgn 'o' mirip 'moto' berarti 'kecoa' dan dgn pengucapan mirip 'ngomong' berarti 'cara'.
1peH@Rin : 2008-01-06 17:35:31 UTC+0000
diacu: >>69
>>66
Menurutku pengucapan 'e' pada 'remeh' itu mirip pengucapan Inggris 'cat' atau pengucapan bahasa Jerman dari ä (a umlaut), sedangkan 'e' pada 'boleh' mirip pengucapan pada abjad 'e' yang seharusnya. maksudnya kalau disuruh mengucapkan huruf E, bukanlah E spt pada kata 'lembah' atau 'rengek', tp spt pada kata 'boleh'.
Rin@Rin : 2008-01-07 13:33:40 UTC+0000
>>67
Yang maksudmu sama atau beda itu 'e' yang mana? Kan ada 2. Ko lagi2 ga disebut...? :S
Kan bingung....

Jd bingung kalau mu bilang "soto" dan "remeh" bedanya kecil, soalnya setahuku itu bedanya justru jauh....
Daripada ngomong ga jelas gini, mending pake simbol IPA, biar lebih jelas maksudnya bagaimana. Jd misal, menurutku "remeh" itu: [rɛmeh], "soto" itu [sɔtɔ], "ngomong" itu [ŋomɔŋ]

>>68
Kayanya ga mungkin 'e' pada remeh sama dengan "cat" deh, soalnya vokalnya "cat" itu ga ada di bahasa Indonesia.
Lalu kalau ä, maksudnya pada kata seperti apa?
Dan terakhir, berhubung ketiga 'e' pada "lembah" dan "rengek" itu beda, jadi apakah 'e' pada "boleh" itu tipe ke-4?

 

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|